Powered By Blogger

Kamis, 26 September 2013

Cerita Pendek (CERPEN) Ketika Cinta Tidak Harus Berbentuk Bunga

Cerita pendek oleh Nuril Agri Famela. Mahasiswi UIN Sultan Syarif Kasim Riau Jurusan FKIP Matematika.

Syifa Nisa Aulia, begitu nama lengkapnya. Aku memanggilnya dengan sebutan Bunda Nisa, karena Bunda telah mempunyai suami dan anak. Kehidupan keluarga Bunda begitu harmonis. Berbingkaikan cinta dan kasih sayang yang tulus serta diperindah dengan kemantapan iman mereka kepada Sang Maha Kuasa. Namun dibalik kebahagiaan yang Bunda rasakan bersama suaminya, ternyata rumah tangga mereka pernah diguncang oleh prahara rumah tangga yang membuat Bunda berkeinginan untuk bercerai dengan suaminya. Syukurnya Allah memberikan jalan untuk masalah mereka.

Setelah menamatkan S1 di FKIP Matematika, Bunda diterima menjadi guru Matematika disalah satu SMP yang ada di daerah ku. Bunda mulai mengajar di SMP tersebut pada tahun 2002. Aku menjadi murid Bunda pada tahun 2008, saat aku kelas 2 SMP. Aku senang belajar Matematika dengan Bunda. Karena Bundalah aku menyukai pelajaran yang mengerikan bagi sebagian orang ini, termasuk aku. Sejak SD, aku tidak senang belajar Matematika karena rumit dan membosankan. Tapi, ketika aku bertemu Bunda semua berubah. Bunda dengan sabar dan semangat mengajarkan ku Matematika dan ia berhasil membuat ku cinta dengan pelajaran tersebut. Bundalah guru pertama yang merubah pandangan ku terhadap Matematika. Kini Matematika menjadi salah satu pelajaran favorit ku,sangat favorit. Itulah sebabnya aku memanggilnya bukan Ibu, tetapi Bunda. Jiwa keibuannya yang begitu hangat dan kesabarannya dalam menndidik dan memberikan ilmu kepada muridnya. Tidak hanya aku yang memanggilnya dengan sebutan “Bunda”, tetapi murid-murid yang lain pun ikut memanggilnya Bunda.

Sore itu jadwal aku dan 2 orang teman ku mengikuti pelajaran tambahan Matematika di rumah Bunda. Kami hanya bertiga karena teman-teman ku yang lain sedang tidak bisa mengikuti pelajaran tambahan tersebut. Setelah selesai belajar, aku, Lia, dan Via hendak pamit pulang. Tapi ternyata di luar sana sedang hujan lebat, sehingga kami tidak bisa pulang. Bunda pun menyuruh kami untuk menunggu di rumahnya sampai hujan reda.

“Huuuh, lebat sekali hujan di luar sana ya Bun..”, kata Lia sambil menggesek-gesekkan kedua telapak tangannya.
“Ia, tapi hujan itu rahmat dari Allah yang harus kita syukuri ya,”kata Bunda.
“Betul betul betul betul..”, kata Via.
“Oh iya nak dingin-dingin gini asyiknya minum dan makan yang hangat-hangat kan, yuk bantuin Bunda sebentar di dapur!”, ajak Bunda sambil merangkul kami bertiga.

Di dapur, kami pun membantu Bunda membuat teh tarik. Sementara itu Bunda menggoreng adonan goreng pisang yang sudah Bunda buat siangnya. Butuh waktu 15 menit untuk menggoreng adonan tersebut. Setelah siap, kami pun menyajikannya di ruang keluarga Bunda.

“Wah, mantap banget Bunda. Bunda tahu aja deh kalau dingin-dingin gini asyiknya yang beginian,hehehehe”,kata Lia.
“Bunda goreng pisangnya uuueeenaaaaaaak banget ,kayak yang diiklan-iklan gitu Bun, krenyes-krenyes,,ajiiib..”,kata ku yang sedang menyantap goreng pisang buatan Bunda.
“Hahaha kalian paling bisa ya”,kata Bunda sambil menyantap juga goreng pisang tersebut.
“Lihatlah Bun, Via aja lahap banget makannya Bun,,nikmat banget ya Via?”,kata Lia menggoda Via yang tengah asyik menyantap goreng pisang Bunda.
“Iiih Lia apaan sih, kan aku jadi malu..”,kata Via.
“Eeee gak apa-apa kok nak, habisin aja. Dibuatkan untuk dimakan..”, kata Bunda.
“Ouh iya Bunda, Ayah, kak Faddam, sama kak Husna pulang jam berapa Bun?”,tanya ku ke Bunda.
“Biasanya jam 5 sore mereka sudah pulang, mungkin karena hujan lebat mereka berteduh dulu”, kata Bunda.

Kak Faddam dan kak Husna sudah bekerja. Kak Faddam lulusan dari sebuah Universitas pada jurusan perminyakan. Sedangkan kak Husna seorang perawat disalah satu rumah sakit yang ada di daerahku. Kedua anak Bunda ramah dan santun kepada Bunda dan suaminya. Ini semua juga berkat didikan dari Bunda dan Sang suaminya.

“Bun, mau gak cerita gimana perjalanan kisah cinta Bunda dengan Ayah,,hehehe soalnya Bunda terlihat harmonis banget. Boleh dong Bun bagi-bagi cerita sama kami, hehehe,”kata ku kepada Bunda.
“Haha boleh, bener nih mau dengar cerita bunda?”,tanya Bunda.
“Mau Bun, kali aja kisah Bunda bisa menginspirasi kami,hehehe”,kata Via.
“Maklum Bun, Via lagi kasmaran tu Bun,hehehe,”goda Lia kepada Via.
“Iiih Lia sok tau deh, udah-udah aku mulu yang dari tadi diledekin. Mending kita denger cerita dari Bunda,”kata Via.
“Ia-ia jangan marah ya Via, aku kan cuma bercanda”, kata Lia.
“Aduuuh sudah teman-teman. Yuk kita dengerin Bunda bercerita,,asyiiik..,”kata ku. Bunda pun menceritakan kisahnya dengan Ayah.

Bunda mencintai Ayah karena sifat Ayah yang apa adanya. Bunda begitu menyukai perasaan nyaman dan tentram yang muncul dihati Bunda,ketika Bunda bersanding dengan Ayah. Meski Ayah tidak terlalu romantis, namun ia lelaki yang taat beribadah, tidak perokok,rajin, lelaki yang bersih, dan pekerja keras.

Bunda menjalani masa perkenalan dengan Ayah selama 2 tahun. Beda umur Bunda dan Ayah adalah 4 tahun. Setelah Bunda menjadi guru selama 1 tahun, Ayah pun melamar Bunda. Ayah yang saat itu sudah bekerja disalah satu perusahaan. Ayah dan Bunda pun memutuskan untuk menikah.

Setelah menikah hari-hari Bunda dan Ayah terasa berbeda. Hari-hari mereka terasa indah dan selalu ditaburi pesona cinta. Ditambah lagi pada usia pernikahan mereka 1 tahun, lahir seorang anak laki-laki tampan yang diberi nama Faddam Khaliq. Lengkap sudah rasanya kebahagian yang dirasakan Bunda dan Ayah.

Namun suatu hari ada sesuatu yang tidak nyaman yang dirasakan Bunda. Setelah 5 tahun menjalani rumah tangga bersama Ayah, Bunda merasakan kejenuhan dan lelah. Harus Bunda akui bahwa mulai timbul rasa bosan dan lelah dengan kehidupan rumah tangganya dan alasan-alasan Bunda mencintai Ayah dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Bunda juga mengakui bahwa ia wanita yang berjiwa sentimental dan benar-benar sensitif serta halus perasaannya. Saat itu Bunda merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan belaian. Tetapi semua itu tidak lagi Bunda peroleh dari Ayah. Ayah yang saat itu berbeda dari apa yang diharapkan Bunda pada awalnya. Rasa sensitif Ayah yang kurang, dan ketidakmampuan Ayah dalam menciptakan suasana romantis dalam perkawinannya telah memusnahkan semua harapan mengenai kehidupan yang ideal.

Suatu hari, Bunda memberanikan diri menyatakan keputusan untuk bercerai. Saat itu Bunda hanya berdua dengan Ayah di rumah,karena kak Faddam sedang berlibur di rumah neneknya.

“Mengapa?”, Ayah bertanya dan terkejut.
“Aku lelah, kamu tidak pernah memberikan cinta yang aku inginkan”, kata Bunda yang saat itu suasana hatinya sedang kacau dan emosi.

Ayah terdiam di depan komputernya mendengar pernyataan Bunda. Bunda melihat Ayah sedang mengerjakan sesuatu di depan komputernya, padahal ia tidak melakukan apa-apa. Bunda merasa begitu kecewa melihat sikap Ayah, seorang laki-laki yang tidak dapat mengekspresikan perasaannya. Bunda berfikir,”Apa lagi yang aku harapkan darinya?”
Dan akhirnya Ayah pun bertanya kepada Bunda,”Apa yang dapat aku lakukan untuk mengubah pikiranmu?”
Bunda menatap mata Ayah dalam-dalam dan menjawab dengan perlahan,”Aku ada sebuah pertanyaan untuk mu. Jika kamu dapat menemukan jawabannya,maka aku akan mengubah pikiranku terhadapmu.”

Sejenak suasana menjadi hening,dan kemudian Bunda mengutarakan pertanyaannya untuk Ayah.
“Seandainya aku menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung, dan kita berdua tahu, jika kamu memanjat gunung itu kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk ku?”, tanya Bunda.
Ayah pun termenung dan berkata,”Aku akan memberikan jawabannya besok pagi. Hati Bunda saat itu langsung gundah mendengar ucapan dan reaksi Ayah yang tiba-tiba terasa dingin.
            
Keesokan harinya, Ayah tidak ada di rumah. Bunda pun menemukan selembar kertas dengan coretan tangan di bawah sebuah gelas susu hangat yang bertuliskan,”Sayaang, aku tidak dapat mengambilkan bunga itu. Tapi, izinkan aku untuk menjelaskan alasannya.” Kalimat pertama itu lantas menghancurkan hati Bunda. Bunda pun melanjutkan membacanya.
Sayaaang, disaat kamu lelah mengetik dan memasukkan nilai-nilai muridmu ke laptop, kamu terlihat geram karena kesalahan ketik yang sering kamu lakukan. Aku harus memberikan jari-jariku untuk membantunya mengetik dan menyelesaikan tugasmu. Sayaang, kamu selalu lupa membawa kunci ketika bepergian, dan aku harus memberikan kakiku supaya dapat menendang pintu dan membuka pintu untukmu ketika pulang.
Kamu sangat senang jalan-jalan keluar kota tetapi sering tersesat di tempat-tempat yang baru kau kunjungi. Aku harus menunggu di rumah dan membantu mu agar dapat memberikan mataku untuk menjelaskan jalan melalui peta. Sayaang, kamu selalu kelelahan setelah seharian mengajar untuk murid-muridmu dan mengerjakan tugasmu sebagai seorang istri dan ibu untuk anak-anakku. Dan aku harus memberikan tanganku untuk memijat kaki mu yang penat.
Sayaang, kamu sangat senang membaca buku dan membaca artikel di laptop mu yang kamu dapat dari internet. Dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu. Aku harus menjaga mataku agar ketika tua nanti, aku masih dapat memotong kukumu dan mencabuti ubanmu.
Sayaang….Tangan ku akan selalu menggenggam tanganmu untuk menyusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang mekar dan indah seperti cantiknya wajahmu. Tetapi sayaaang ku, aku tidak dapat mengambil bunga itu untuk mati, karena….. aku tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku.
Sayangku, aku tahu diluar sana ada banyak orang yang mampu mencintaimu lebih dari aku mencintaimu. Untuk itu sayangku, jika semua yang telah kuberikan dengan tanganku, kakiku, mataku tidak cukup bagimu, aku tidak dapat menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu.

Tiba-tiba air mata Bunda jatuh dan membasahi kertas tersbut, sehingga membuat tulisannya menjadi kabur. Namun Bunda tetap berusaha melanjutkan untuk membacanya.

Dan sekarang sayaangku, kamu telah membaca jawabanku. Jika kamu berpuas hati dengan semua jawaban ini dan tetap menginginkan aku untuk tinggal dirumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita. Aku sekarang sedang berdiri di luar pintu menunggu jawabanmu. Dan jika kamu tidak puas sayangku, biarkan aku masuk untuk mengambil barang-barangku, dan aku tidak akan menyusahkan hidupmu lagi. Percayalah, kebahagiaanku adalah kebahagiaanmu.
           
Bunda pun langsung lari keluar dan membukakan pintu. Di depan pintu Bunda melihat Ayah dengan wajah sendu sambil tangan memegang roti kesukaan Bunda. Saat itu Bunda menyadari tidak ada orang lain yang mencintai Bunda seperti Ayah mencintainya. Bunda pun memeluk Ayah dan menangis. Bunda meminta maaf kepada Ayah atas sikap Bunda yang kekanak-kanakan. Ayah pun memeluk dan mencium kening Bunda. Sungguh pagi itu sangat mengharukan. Bunda mendapat sebuah pelajaran hidup yang sangat berharga.

Setahun kemudian, Bunda dan Ayah dikaruniai lagi seorang anak perempuan cantik yang diberi nama Husna Aulia. Bunda dan Ayah begitu bahagia. Kebahagian terasa lebih lengkap karena dalam kehidupan mereka dikaruniai dengan sepasang anak yang merupakan anugrah terindah dari Allah. Mereka berjanji akan saling menjaga keutuhan rumah tangga mereka.
“Nah, itulah nak kisah Bunda dengan Ayah. Bunda bersyukur kepada  Allah yang telah mengirimkan Ayah untuk bunda. Bunda bahagia sekali. Bunda merasa Ayah pelengkap hidup bunda”,kata Bunda sehabis menceritakan kisahnya.
“Huhuhu Bunda mengharukan sekali, ternyata Ayah romantis juga ya Bun”,kata Via dengan wajah senang.
“Ia betul itu Bun, jarang-jarang Bun laki-laki zaman sekarang yang sesabar Ayah,”balas ku ikut mengomentari.
           

Waktu sudah menunjukkan jam 6 sore, hujan pun sudah berhenti. Ternyata di luar sana Ayah,kak Faddam,dan kak Husna sudah pulang. Ketika kami ingin berpamitan pulang,ternyata azan magrib berkumandang. Kak Husna meminta kami untuk menunaikan sholat Magrib berjamaah. Kami pun setuju, dan kami segera memberi kabar kepada kedua orang tua masing-masing untuk menjemput kami selepas magrib.

Selesai menunaikan sholah Magrib, orang tua kami masing-masing ternyata sudah menjemput kami. Kami pun berpamitan kepada Bunda dan sekeluarga.
“Bunda, Ayah ,kak Faddam, dan kak Husna, kami berpamitan dulu ya. Terimakasih untuk semuanya. Bunda, terimakasih ya Bunda untuk pisang goreng, teh tarik dan ceritanya,hehehe,”bisikku ketelinga Bunda.
“Eheem,Nuril sama Bunda bisik-bisik apa itu”,tanya kak Husna.
“Hehehe,,ada deh kak,rahasia kami bertiga dengan Bunda. Nanti kakak juga tahu,Bunda pasti cerita ke kakak kok,hehehe,”kata ku dengan senyum.
“Ok deh,hehehe. Yudah hati-hati ya adik-adik pulangnya,”kata kak Husna.
“Ok kak, yudah Ayah, Bunda, kak Faddam, kak Husna kami bertiga pulang ya, assalamu’alaikum,”kata ku.
“Wa’alaikumsalam,hati-hati ya nak”, kata Ayah dan Bunda.

Kami bertiga pun pulang. Aku merasa begitu terkesan dengan kisah Bunda. Aku berdoa semoga keharmonisan keluarga itu akan tetap terjaga hingga maut yang memisahkannya. Aku pun menceritakan hal tersebut kepada mama dan papaku. Aku juga berharap semoga keluarga ku juga harmonis. Aku begitu menyayangi mama dan papa ku. Bagi ku keluarga lebih penting dari segala-galanya.

Pelajaran yang aku dapatkan dari kisah Bunda adalah, cinta tidak harus di ungkapkan dengan bunga dan pengorbanan yang tampak besar. Ternyata ketulusan dan saling memahamilah yang paling terpenting. Cinta harus saling melengkapi dan menerima keadaan pasangan kita apapun itu dia. Cinta akan terasa indah dan sempurna karena hati satu sama lain selalu menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. 

TAHTA!!

Kali ini aku bakalan cerita tentang tahta. Kebanyakan orang-orang sekarang sudah bangga dengan pangkat tinggi yang sudah dimilikinya. Apalagi sudah bekerja dan tentunya kebanyakan orang-orang berpikir ke uang terus. Apalagi saat ini ada isu-isu mengenai pembunuhan karena tahta. Oke kali ini aku bakalan membahas mengenai tahta.
Umumnya, orang yang mendapat kenaikan pangkat atau jabatan akan merasa gembira karena itu berarti ia akan menduduki tempat yang lebih prestisius, memiliki anak buah, dihormati dan leluasa memerintah bawahan, dan kemauannya selalu didengar. Dari bibirnya akan meluncur kalimat Alhamdulillah. Namun, benarkah demikian yang harus dilakukan oleh seorang muslim ketika derajat duniawinya diangkat Allah?
Seorang sahabat yang mendapat anugerah kenaikan jabatan mengucapkan astaghfirullah, subhanallah, dan Alhamdulillah. Raut wajahnya terlihat biasa-biasa aja. Bahkan, bukan aura kebahagiaan yang terlihat melainkan kecemasan. Saya  yang sangat penasaran dengan ekspresi wajahnya itu memberanikan diri untuk bertanya. Lalu ia menjawab, “Mengapa yang pertama kali saya ucapkan astaghfirullah? Karena seorang pemimpin mengemban amanah yang sangat besar dan akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat. Seorang pemimpin bisa dengan mudah berbuat salah dan tidak adil. Terkadang, sifat egonya juga mudah muncul. Untuk itu, saya memohon ampunkan kepada Allah terlebih dahuluagar Dia membimbing diri saya nanti.
Subhanallah saya ucapkan karena hanya Alla-lah Yang Maha Suci dan tidak pernah berbuat salah. Sementara manusia adalah tempatnya salah satu dan dosa. Semoga Allah mensucikan diri saya sehingga segala dosa dan kesalahan saya selama menjabat nanti diampuni-Nya.
Terakhir, saya mengucapkan Alhamdulillah. Hal ini bukan semata-mata karena saya naik jabatan tetapi sebagai ungkapan syukur ketika Allah bersedia memaafkan kasalahan saya saat memimpin dan mensucikan noda-noda yang akan saya buat nanti. Kalimat ini juga sebagai ungkapan syukur karena Allah bersedia membimbing saya selama menjalankan kepemimpinan. Kalau boleh, sebenarnya saya lebih senang memilih posisi yang sekarang. Tidak usah menjadi pemimpin. Sebab, orang yang akan mendapatkan amanah sebenarnya tengah diuji oleh Allah.”
Demikian penjelasan darinya. Terus terang saya kagum dengan jawabannya. Di mata sahabat saya itu, betapa menjadi pemimpin tidaklah mudah. Ia merasa sangat rawan tergelincir ke dalam lumpur dosa sebab terbebani oleh tanggung jawab yang begitu besar.
Jarang sekali saat ini kita temui pemimpin yang memiliki kesadaran penuh tentang betapa berat mengemban sebuah amanah. Kabanyakan manusi justru mengejar jabatan demi memenuhi ambisi pribadi atau sesuatu yang tidak jelas tujuannya. Tidak jarang untuk memperolehnya mereka melakukan berbagai cara seperti “jurus katak meloncat”, yaitu berusaha meraih pujian atasannya dengan cara melakukan semua yang diinginkan sang atasan meskipun tindakannya itu keliru. Seorang pemimpin yang tidak jeli dengan rayuan seperti ini pada akhirnya akan mencelakakan dirinya dan orang banyak suatu hari nanti.
“Jurus katak meloncat” identik dengan perilaku meningkirkan para pesaing dengan cara yang tidak fair seperti mencoreng nama dan kredibilitas mereka dengan cara menyebarkan fitnah di depan sang pimpinan. Musibah tersebut akan semakin besar jika sang atasan tidak melakukan cek dan ricek terhadap kebenaran informasi. Tersebut sehingga berakibat pada pengambilan keputusan yang keliru.
Mereka yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan dan meraih jabatan tinggi melalui persaingan yang tidak fair serta tidak memiliki integritas, kapabilitas, dan kredibilitas pada akhirnya akan merongrong keutuhan suatu organisasi atau institusi. Manusia dengan tipe seperti ini akan mudah memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi, keluarga, dan kroninya serta mengorbankan kepoentingan orang banyak.
Seorang pemimpin tidak pernah terikat oleh kepentingan keluarga dan kroni-kroninya, namun oleh peraturan dan hokum yang berlaku. Seorang pemimpin itu harus bertipe ideal, arif, bijaksana, jujur, tegas dan tidak pandang bulu dalam menegakkan hokum yang berlaku.
Bila hukum bisa dipermainkan maka akibatnya mudah ditebak. Kekacauan akan terjadi dalam roda institusi. Kebanaran tidak dihargai dan kejahatan merajalela karena dapat dibeli. Keputusan hukum diambil secara subyektif.
Sifat lain dari seorang pemimpin yang hilang pada zaman sekarang adalah pengorbanan. Saat mendapat kebahagiaan maka yang pertama kali menikmati adalah umatnya, sementara beliau sendiri yang paling akhir. Ketika mendapat kesusahan beliau sendiri yang merasakannya sedangkan umatnya beliau upayakan agar tidak turut menanggungnya. Sikap seperti itu tidak mudah ditiru oleh para pemimpin di zaman sekarang.
Bukankah kekuasaan itu tidak kekal? Kalau demikian, mengapa seorang pemimpin tidak mau meninggalkan kenangan terindah bagi kebanyakan orang? Mengapa mereka memilih menukar kehormatan dengan kehinaan? Bukankah akan lebih baik bila mereka memegang pepatah, “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang”?

Selasa, 20 Agustus 2013

Bagaimana sih Cara Membangun Rasa Percaya Diri itu?

“Aku gak bisa. Aku gak PD” Itulah kata-kata yang sering kita ucap atau pun kita dengar. Percaya diri itu modal utama sukses. Sementara rendah diri itu racun bagi kesuksesan. Dunia tidak member tempat bagi yang rendah diri. Bagi yang rendah diri selalu berpikir bahwa sukses hanya milik mereka yang berpendidikan, jenius dan orang tuanya kaya. Mereka selalu mempunyai alas an bahwa mereka tak mungkin sukses. Padahal semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk sukses.

Sukses tidak selalu ditentukan oleh pendidikan, modal besar dan tektek bengek lainnya. Banyak sarjana yang justru menganggur, orang tuanya kaya tapi dia sendiri terjebak narkoba dan masuk penjara. Sebaliknya pula, mereka yang tidak memiliki modal tapi bisa jadi jutawan. Sukses ditentukan oleh seberapa besar sih kepercayaan diri kamu untuk sukses.

Modal sukses itu sudah ada kita sendiri. Tangan, kaki, pikiran kita, anggota tubuh lainnya adalah modal yang sangat berharga bahkan tak ternilai harganya. Pasti kamu gak bakalan mau kan kalau kamu dikasih 10 juta rupiah untuk modal usaha tapi tangan kamu harus dipotong? Mengapa? Karena semuanya tak ternilai. Berarti anggota lebih dari sekedar modal.

Kesuksesan itu datangnya tidak dengan mengedipkan mata, tapi perlu kesabaran dan keuletan. Dan orang yang sukses tidak pernah gagal atau jatuh tapi mereka yang jatuh lantas bangkit lagi, jatuh lagi dan terus bangkit lagiakhirnya sukses berada di genggamannya. Apakah kamu termasuk yang percaya diri akan sukses? Seperti ap sih sifat-sifat orang yang percaya diri itu? Ini dia…

1.       Bersifat lebih independen, tidak terlalu bergantung pada orang lain.
2.       Mampu memikul tanggung jawab yang diberikan.
3.       Bisa menghargai diri dan usahanya sendiri.
4.       Tidak mudah mengalami rasa frustasi.
5.       Mampu menerima tantangan atau tugas baru.
6.       Memiliki emosi yang lebih hidup, tetapi tetap stabil.
7.       Mudah berkomunikasi dan membantu orang lain.
8.       Percaya dengan kemampuan sendiri hingga tidak membutuhkan pujian.
9.       Berani meneriman dan menghadapi penolakan orang lain.
10.   Punya pengendalian yang baik.
11.   Memandang keberhasilan dan kegagalan tergantung dari usaha sendiri dan tidak mudah menyerah bila gagal.
12.   Memiliki cara pandang positif.

Pada sisi lain orang yang memiliki rasa percaya diri yang kurangakan memiliki sifat dan perilaku yang:

1.       Tidak mau mencoba suatu hal yang baru.
2.       Merasas tidak dicintai dan tidak diinginkan.
3.       Punya kecenderungan melempar kesalahan pada orang lain.
4.       Memiliki emosi yang kaku dan disembunyikan.
5.       Mudah mengalami rasa frustasi dan tertekan.
6.       Meremehkan bakat dan kemampuannyasendiri.
7.       Mudah terpengaruh orang lain.
8.       Ingin mendapat pujian.
9.       Menyimpan rasa takut terhadap penolakan.
10.   Sulit menerima kekurangan diri.
11.   Pesimis.
12.   Takut gagal.
13.   Selalu menempatkan diri di urutan terakhir.
14.   Mudah menyerah pada nasib.

Itu semua bagian dari sifat dan perilaku orang percaya diri dan tidak percaya diri. Lalu bagaimana sih cara membangun rasa percaya diri? Simak ya…

1.     Duduklah selalu di kursi terdepan. Ini agar membangun rasa percaya diri disbanding mereka yang duduk di  belakang karena dirinya rendah.
2.       Biasakan mengadakan kontak mata.
3.       Berjalan 25% lebih cepat.
4.       Praktekkan bicara terus terang dalam diskusi.
5.       Tersenyum lebar.
6.       Evaluasi diri secara obyektif.
7.       Beri pengharagan yang jujur terhadap diri sendiri.
8.       Positive thinking.
9.    Gunakan kata-kata yang dapat membangkitkan rasa percaya diri. Misalnya: saya pasti bisa. Saya adalah  penentu hidup saya sendiri. Tidak boleh ada orang lain yang menentukan hidup saya. Saya bisa belajar dari  kesalahan ini. Saya bangga dengan diri sendiri.
10.   Berani mengambil resiko.
11.   Belajar mensyukuri dan menikmati rahmat Tuhan.
12.   Menetapkan tujuan yang realistik.

“Hidup memberikan banyak memberikan pilihan. Jika kamu tidak yakin akan kesuksesan, kamu akan hidup terpuruk. Sebaliknya, jika kamu percaya akan sukses, kamu pasti sukses. Allah menyediakan banyak jalan sukses untuk kamu.”


Saatnya menjadi PEMENANG teman-teman. Mari kita ubah kekalahan menjadi kemenangan.

Kamis, 01 Agustus 2013

Keunikan Ramadhan


Berbicara tentang bulan suci Ramadhan. Bulan ini adalah bulan yang paling ditunggu-tunggu  oleh setiap umat muslim. Mengapa? Karena di bulan ini adalah bulan yang dipenuhi dengan rahmat-Nya. Karena apabila kita menjalankan perintah-Nya, Insya Allah akan diberikan pahala yang berlipat ganda.

Lalu apa sih sebenarnya Ramadhan itu? Kata Ramadhan berasal dari bahasa Arab yang artinya panas yang menyengat. Karena di bulan Ramadhan kita semua disuruh oleh Allah untuk melawan hawa nafsu kita. Misalnya menahan makan, minum dan hal yang lainnya mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Lalu hanya itu saja? Tidak. Kita diperintahkan untuk menjalankan segala perintahnya seperti membaca al-Qur’an, menyantuni anak yatim dan ibadah lainnya serta menjauhi dari segala yang berbau negatif.

Di bulan suci ini banyak sekali terjadi keunikan-keunikan dibandingkan dengan bulan lainnya. Kita lihat saja dari televisi. Bagi yang sering menonton TV pasti tidak asing untuk melihat iklan-iklan yang ditampilkan. Jauh sebelum datangnya bulan Ramadhan, sudah banyak sekali ditayangkan iklan sirup, obat-obatan dan sebagainya. Misalnya iklan sirup dan obat-obatan yang bintang iklannya menayangkan seputar Ramadhan. Dan yang uniknya lagi ada sampai iklan yang membuat “continue” “bersambung”, bagaikan sinetron aja ya.

Selain iklan-iklan yang ditayangkan, banyaknya program-program acara televisi yang berciumkan dengan tema Ramadhan. Misalnya saja program “ngabuburit bareng bla bla bla”, “yuk sahur bareng” sinetron-sinetron keagamaan yang hanya tayang dalam 30 hari (aneh tidak?), dan kontes-kontes keagamaan (dai dan menghafal al-Quran). Lalu bermunculnya acara resep-resep makanan untuk ta’jil buka puasa. Ini nih yang paling digemari kaum hawa. Rasanya saya yang kaum adam ingin langsung menyantapnya. Haha, sabar-sabar. Buka puasa beberapa jam lagi.

Lalu apa lagi ya yang ada di televisi? Oh iya, artis-artis wanita yang biasanya memakai pakaian terbuka , lalu mendadak berhijab karena datangnya bulan Ramadhan. Heran saja, kenapa saat bulan Ramadhan saja mereka menggunakan hijab. Bukannya berhijab itu merupakan suatu kewajiban untuk kaum hawa bukan? Apa karena mereka ingin menyesuaikan pakaian menurut bulan saja?

Otomatis di bulan Ramadhan ini merupakan lahan uang bagi designer-designer ternama. Karena mereka berlomba-lomba untuk merancang pakaian yang berbau muslim. Aneh ya? Lebih baik berlomba-lomba dalam halnya kebaikan. Apalagi  sekarang adalah bulan suci Ramadhan. Harus digunakan sebaik mungkin sesuai dengan yang saya katakana di awal tadi.

Keunikan lainnya pasti sering terjadi di antara kehidupan kita. Misalnya saja, diwaktu sore banyak masyarakat kota yang menjual ta’jil-ta’jil untuk berbuka puasa. Ini juga merupakan keuntungan bagi penjual-penjual. Menurut saya sih, kebanyakan orang-orang cenderung ingin membeli makanan atau minuman yang dijual di pinggir jalan. Yang gak herannya para pembeli memarkirkan kendaraan mereka di sembarang tempat, sehingga menimbulkan kemacetan yang luar biasa. Tak seperti biasa yang tidak seramai dengan bulan Ramadhan ini. Karena di bulan biasa, jalan raya hanya dipenuhi dengan pulangnya para pekerja. Sementara di bulan Ramadhan jalan raya dipenuhi dengan pulangnya para pekerja dan orang-orang yang ingin jalan sore atau ngabuburit.

Selain di jalan raya, keunikan Ramadhan terjadi juga di masjid-masjid. Pada minggu pertama masjid-masjid sangat penuh dengan jamaah hingga penuh saf. Hingga minggu-minggu berikutnya saf berkurang hingga menjadi dua saf bahkan satu saf. Apakah para jamaah yang menunaikan solat tarawih di awal minggu hanya untuk merasakan aja bagaimana tarawih bareng di bulan Ramadhan tahun  ini? Setelah mereka merasakan, mereka mulai melakukan pekerjaan seperti bulan-bulan lainnya. Karena mereka merasa malas karena bawaan dari hawa nafsu.

Tidak hanya solat saja, tapi anak-anak yang ngakunya ikut solat tarawih di masjid, mereka hanya bermain di teras masjid bersama teman-teman mereka. Ada yang bermain sembar lakon, main handphone, cerita-cerita dan sebagainya. Kelihatan cukup aneh bukan? Bagaimana dengan masa depan pemuda qur’ani mendatang? Tidak bisa kita bayangkan. Semakin lama generasi muda kita semakin mengalami kemunduran. Hal lainnya yaitu setelah sahur. Banyak remaja-remaja setelah menunaikan sahur atau pun solat Subuh untuk pergi Asmara Subuh (asbuh). Di momen-momen seperti ini ada yang menggunakan untuk berolahraga, jalan pagi dengan motor, mobil, sepeda bahkan ada yang menggunakannya untuk pacaran. “Astaghfirullahaladziim… Ingat mati ingat sakit~ Lho kok jadi nyanyi lagu Wali begini?

Tidak hanya itu, di saat masih beberapa hari minggu atau bahkan beberapa hari menjelang lebaran, banyak di antara kita yang membeli baju lebaran. Tidak heran aja di saat Ramadhan seperti ini toko-toko pakaian, sepatu, mas dan lainnya menjadi ramai dan penjualnya mendapat lebih banyak untung dibanding bulan-bulan yang lain. Tapi kenapa setiap menjelang Idul fitri ini sangat identik dengan membeli baju baru ya? Saya juga tidak tahu, karena setiap tahun hal seperti ini sudah menjadi tradisi.

Banyak yang kita tunggu-tunggu di saat momen-momen menjelang idul fitri ini. Yang pertama adalah solat idul fitri. Yang kedua bermaaf-maafan sama keluarga, teman, dan saudara-saudara lainnya. Yang ketiga bisa makan enak di rumah orang yang kita kunjungi. Dan yang terakhir adalah mengharapkan Tunjangan Hari Raya atau sering kita sebut adalah THR. Itulah yang paling diharapkan kebanyakan orang disetiap menjelang Idul Fitri.

Tidak dariu sisi sana saja. Di bulan Ramadhan ini juga ada keunikan yang terjadi pada keluarga kita. Biasanya keluarga kita yang bangun pukul 5 - 5.30 subuh, dan di bulan Ramadhan ini bangun pukul 3.45 dini hari. Yang biasanya sekali-sekali ke masjid, di Ramadhan ini menjadi hampir tiap hari ke masjid. Cukup unik memang karena yang diharapkan disini adalah berkah dan pahala dari-Nya. Iya gak sih? Itu tergantung niat dan kepribadian masing-masing aja lagi ya.

Bukan di sana aja terjadi keunikan Ramadhan tetapi juga setiap 10 hari menjelang solat Idul Fitri kita selalu membayar zakat fitrah yang tujuannya untuk mensucikan diri. Sebenarnya banyak lho ibadah yang seharusnya kita lakuin selain membayar zakat, solat, menyantuni anak yatim di bulan suci ini. Bukan sombong atau apa, ini cuma untuk menginspirasi pembaca semua. Seperti yang sudah saya lakukan yaitu memberikan parsel-parsel berupa sembako untuk kaum yang membutuhkan, berbagi paket-paket Ramadhan kepada para penyapu jalan, dan pekerja yang cukup untuk pas makan, menytukumbangkan buku-buku ke panti asuhan. Karena dari sana banyak orang yang sangat membutuhkan sebagian dari rezeki kita. Karena Allah SWT berfirman yang intinya berikanlah sebagian rezeki yang kamu punya untuk mereka yang membutuhkan.
Itulah keunikan-keunikan yang terjadi selama bulan suci Ramadhan. Hal itu tidak terjadi di bulan-bulan yang lainnya. Semoga Ramadhan tahun ini dan tahun-tahun berikut menjadi lebih indah dan berkah. Semoga artikel saya bermanfaat dan menginspirasi untuk para pembaca. Karena inspirasi itu datang dari sekitar kita. Terima kasih.



Senin, 29 Juli 2013

Jomblo's Story part II

Nge-jomblo itu sehat lho. Emang kayak penyakit aja ya jomblo itu. Dan berarti orang yang pacaran sakit dong?
Ah, pikiran aku ntah kemana aja sekarang. 
Kalau kita flu berarti kita lagi sakit alias tidak sehat. Begitu juga dengan orang yang senyum-senyum sendiri gak jelas akhirnya ketawa sendiri. Itu baru lebih dari kata sakit jiwa. Lalu bagaimana dengan mereka yang berstatus pacaran sebelum nikah? Apakah mereka sehat atau tidak? Kalau aku jawab sih tidak. Kenapa ya?

Contohnya aja gini, orang yang lagi jatuh cinta biasanya sih dia bakalan ingat terus dengan orang yang dicintainya. Informasi apapun tentang dia pasti bakal dikejarnya entah kemana. Padahal sebelum dia punya gebetan, dia gak pernah sampai kayak gitu. Hidupnya teratur. Fokus. Nggak banyak pikiran. Rileks bangetkan? Tapi sekarang selagi sama gebetan? Hampir 100% berubah.

Hmm, kalau soal cari pacar Insya Allah gampang. Tapi orang yang mudah mau dipacari adalah orang yang bodoh. *maaf* Karena pacaran itu bukan hubungan resmi. Kok mau ya? Maka, karena berawal dari niat yang nggak benar karena hanya having fun atau melepaskan kutukan jomblo, maka hasilnya juga nggak benar. Nggak punya prinsip. Tapi menurut aku sih, kalau kita pengen dekat sewajarnya aja, pasang niat yang baik. :)

Coba survey deh, kebanyakan pacaran itu gak sehat. Nggak sehat dari finansial, perasaan, pikiran, pergaulan, karena memang pacaran itu sendiri salah satu bentuk penyakit tidak taat kepada Allah. Coba pikir, kalau rela-relain apapun itu demi dia, tapi kamu tau gak kalau dia itu masih sayang sama kamu atau nggak? Setia atau nggak? Emang udah kayak suami-istri aja ya pacaran sekarang itu. It's not health.

Aku baca dari buku sih, nge-jomblo itu pilihan. Pilihan yang tepat ketika kita belum mampu untuk menikah dan berusaha menjaga kehormatan kita. Ngejomblo yang sehat berarti steril dari pergaulan bebas. Pahala gak dapat, tapi dosa yang dapat. Nggak usah minder jadi jomblo. Yakin, suatu saat cinta itu akan hadir buat kita. Buat masa depan kita.

So, ngejomblo adalah pilihan. Ngejomblo sehat adalah sebaik-baik pilihan. Jaga dirimu dari hal-hal yang bisa ngerusak pikiran, perasaan dan fisik kamu. Kamu harus jadi pemenang dalam kebodohanmu, melawan nafsu dan melawan kesombongan. 


Jomblo's Story

"Sendirian? Dasar jomblo"
"Jomblo sih"
Kata-kata ini hampir setiap hari aku dengar atau pun aku baca di twitter sejak SMA kelas XII.
Kadang aku yang dibully dan terkadang teman aku yang dibully, atau malah saling nge-bully. Aku sih cuma bisa senyum ya kalau orang yang bully aku. Kadang gak bisa nerima dengan kata-kata itu. Malah yang parahnya lagi dia sok-sok bilang semua orang jomblo, tapi dia sendiri jomblo juga. --"

"Ganteng-ganteng kok belum ada yang punya sih?" "By, kapan ni kau pacaran?" "Kau udah pernah pacaran?" berbagai macam pertanyaan datang kepadaku tentang pacaran. Ada sih kemauan punya gebetan, tapi masih setengah-setengah. Mending gak usah ya daripada bikin sakit hati aja. Hihi.

Tapi ada satu prinsip aku, yang dari dulu aku tanamkan yaitu gak mau punya gebetan dulu sampai saatnya. Ini aku udah setuju dengan orangtua aku. Aku gak mau masa depan suram cuma gara-gara gebetan. Untuk apa punya prinsip, kemudian diletak di dengkul kemudian melorot ke telapak kaki dan akhirnya menginjak-injak prinsip diri sendiri. Kan gak lucu. Ya gak? Selain itu kalau masih nge-jomblo kan kita bisa bebas kemana aja kita suka, kita bisa lakuin. Tapi kayaknya aku masih labil.

Seberapa pentingkah pacar dalam kehidupan? Kebanyakan orang-orang mengatakan kalau punya pacar itu bisa sharing, bisa curhat, bisanyari jalan keluar setelah diskusi dengan cara pandang dan pendekatan perasaan yang berbeda. Tapi menurut aku, semua itu bisa kita lakukan dengan teman. Kalau mau sama teman lawan jenis, apa kita nggak coba curhat sama ibu atau kakak bahkan adik perempuan kita.

Lalu ada pula yang mengatakan ada perasaan yang berbeda. Kalau dengan gebetan didasari rasa cinta, ada debar asmara saat kita berkomunikasi dengannya. Kalau menurut aku memangnya antara ibu, kakak, atau pun adik perempuan gak ada ikatan rasa cinta? Kebanyakan pacaran itu kita pengen lebih dekat karena dikompori dengan hawa nafsu supaya bisa berduaan sepanjang waktu.

Lalu kita gak boleh dekat dengan lawan jenis gitu? Boleh-boleh saja kok. Asalkan ada batas ukurannya. Tau gak apa itu ukurannya? Yaa, ajaran Islam, Jika kamu mengakui bahwa Islam sebagai agamamu dan sebagai petunjuk jalan.

Pacaran itu karena dibawa oleh hawa nafsu. Syariat Islam bukan berarti mematikan hawa nafsu melainkan mengendalikan hawa nafsu supaya baik jalannya. *tiba-tiba nyanyi mengendali kuda supaya baik jalannya~ lho?? kok jadi nyanyi gini? ._. Terserah sih mau ngikutin saran ini atau nggak. Syariat Islam itu untuk menyelamatkan manusia, bukan mencelakakan.

Kalau mau ngikutin sih, ya butuh waktu untuk berubah. Butuh proses. Aku ngaku aja, aku belum bisa juga yang seperti ini. Tapi gak tau deh. Lebih baik menjomblo daripada maksiat kepada Allah. Gak perlu pacaran karena ingin dibilang gaul dan laku. Meskipun kamu jomblo tapi kamu tetap keren dengan menunjukkan harga diri dan kehormatanmu di hadapan Allah. Sebutan jomblo itu jangan bikin kamu panas dan akhirnya ngikutin saran teman untuk nyari pacar. Sebaiknya, jadikan ledekan itu membuat kamu tetap merasa yakin dengan sikapmu bahwa tidaklah merana dengan statusmu yang menjomblo. Tunjukin bahwa dirimu itu mampu berprestasi dan berkarya yang banyak manfaatnya bagi orang lain meskipun statusmu jomblo.

Banyak lho untungnya gak punya gebetan, contohnya aja ini kita gak perlu mikirin janji sama gebetan, nggak perlu traktir gebetan tiap minggu, gak mikirin beli makanan, baju segala macam deh. Asik juga ya? Ternyata jadi jomblo bisa ceria. Tapi banyak yang bilang kalau ngejomblo itu musibah. Lho kenapa? Tapi kalau kita memandang sebagai hal yang menyulitkan makanya aja mgejomblo itu musibah. Coba dibawa biasa saja dan bukan persoalan yang besar, ya nikmati apa adanya.

Memang seberapa besar sih derita menjomblo itu? Malah berkah lho. Kenapa? Yaa, karena mengurangi hal-hal negatif yang bisa bikin dosa. Berapa dana yang keluar untuk gebetan biar kelihatan romantis?

Jadi, bagi kamu yang nge-jomblo bersyukur deh karena sebuah berkah dan tak perlu disesali atau membuat kita harus bersedih. Enjoy aja ^^

Nggak salah kan kalau aku menulis seperti ini?




Minggu, 28 Juli 2013

Pikiran Aku tentang Kuliah ||__.)

Alhamdulillah aku lulus di Teknik Informatika UIN SUSKA Riau.
Setelah beberapa hari dari pengumuman SNMPTN, aku mencari info seperti apa sih Teknik Informatika itu?

Setelah seraching, aku dapat alasan aku kenapa aku memilih Teknik Informatika itu kemarin. Alasan pertama pengen tau apa aja yang "diutak atik" di informatika itu. Karena jurusan tersebut bersangkutan dengan IT. Alasan kedua, karena sarjana teknik inbformatika itu sangat dibutuhkan apalagi sekarang ini semakin pesat perkembangan teknologi informasi.

Setelah membaca pengalaman orang lain di blog mereka, ternyata yang dipelajari itu berhubungan dengan logika. Logika itu masalah. Nah, bagaimana kita belajar cara menyelesaikan masalah itu. Alhamdulillah bertambah ilmu sekarang. Pokoknya kita yang menguasai teknologi bukan kita yang dikuasai teknologi. :)

Apakah perkuliahan itu hampir sama dengan cerita waktu SMA? Kalau aku pikir sih, hampir sama. Cuma diperkuliahan ini kita bisa "bebas" tidak seperti SMA. Kalau yang di SMA banyak aturan ini itu, tapi di kuliahan hanya sedikit ya. Tang penting kita tetap menaati aturan-aturan yang ada. :)

Banyak yang mengeluh setelah menjalankan kuliah ini karena tugas dan tugas. Aku pikir sih, apa bedanya dengan SMA dulu? Kita juga banyak tugas dulu. Setidaknya semakin tinggi tingkat pendidikan kita semakin tinggi pula tugas yang diberikan oleh dosen. Itu yang membuat kita harus bisa menyelesaikan masalah dan semakin dewasa. :)

Kalau di SMA aku mengikuti OSIS, sewaktu kuliah nanti aku harus mengikuti organisasi tinggi yang ada di fakultas. Harus. :)
Mengapa aku memilih mengikuti OSIS, selain karena kita ingin menambah pengalaman, wawasan, teman, tapi juga ingin mencari masalah. Lho, kenapa? Karena dari mengikuti organisasi inilah kita dapat belajar bagaimana cara mengatasi masalah itu. Kita dapat tahu bagaimana saja proses-proses mengatasi masalahh itu. :)

Ahh, semoga aja sewaktu kuliah nanti aku bisa mendapatkan pengalaman yang lebih dari SMA.

SEMANGAT!!!
SUKSES!!!!